Para Mukmin, Berdoalah dengan Bahasa Hati ! (8)
Ketahuilah wahai orang-orang yang telah diberi AlKitab!! Bahasa yang dipakai dalam Shalat itu bukan kemauan Kaum Muslimin. Nabi Muhammad Saw., tidak mengajarkan yang demikian itu dengan seenaknya. Nabi Muhammad dalam melafazkan bahasa itu berdasarkan MANTIQ yang diwahyukan kepadanya dalam bahasa Arab. Tapi bukan bahasa arab sebagaimana selera pendapat anda. Susunan lafaz yang diucapkan ketika shalat mampu meneteskan Air mata Kaum Muslimin ketika mereka ruku’ atau saat sujud. Karena hal itu telah sejalan dengan hati Nurani kaum Muslimin yang tulus ikhlas. Lalu apa sih kepentingan anda sampai mengajak kaum Muslimin berpaling dari apa yang mereka sudah amalkan?? Kaum Muslimin juga tidak merugikan anda. Sepertinya anda tidak rela ya? Anda ingin kaum Muslim itu ikut tersesat bersama anda??
Perhatikan Firman Allah Swt.:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقاً مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ
يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ
“Wahai Orang-orang yang beriman. Jika kamu ikuti sebagian dari orang-orang yang telah diberi AlKitab, kamu akan kembali jadi kafir, sesudah kamu beriman”.
“O You who have believed, in you obey a party of those who were given the Scripture, they would turn you back, after you belief [to being] unbelievers”. (Qs.3:100)
Itulah peringatan Allah Swt., kepada Kaum Muslimin. Tentu saja lebih baik memperhatikan peringatan Allah Swt, dari pada, mengikuti ajakan anda. Camkanlah wahai orang-orang yang sesat. Sengaja dalam tanggapan ini, harus dimunculkan satu kata terakhir dari Surat AlFatihah ( الضَّآلِّين ), Supaya memperjelas kepada Kaum Muslimin bahwa kelompok Staf Buletin “Isa dan AlFatihah” adalah termasuk dalam kriteria yang disebut dalam akhir ayat AlFatihah itu. Yaitu “orang-orang yang sesat”.
==================================================================================
No comments:
Post a Comment