Sunday, July 29, 2018

Tanggapan Nomor 4 (Bacaan dalam Shalat wajib pakai Bahasa Arab)


=================================================================================
Kewajiban shalat dengan menggunakan satu bahasa saja berbeda dengan ajaran Kitab Allah(4)  
=================================================================================
(4). Ajaran Kitab Allah? yang Mana anda maksudkan shalat berbeda dengan ajaran Kitab Allah?? Apakah itu AlKitab anda?? Mana bukti berdasarkan ayat AlKitab tersebut, sehingga anda berucap seperti itu. Ini hoax untuk mengelabui Kaum Muslimin.  Tuntunan Shalat dalam menggunakan Bahasa Wahyu, wajib ditaati oleh Kaum Muslimin, itulah yang dinamakan loyal. (سَمِـــعْنَا وَ أَطَعْـــناَ ).  Sudah merupakan Kehendak Allah Swt, menurunkan Wahyu dalam Bahasa Arab. Itu bukan urusan manusia. Tak perlu anda sewot. Tatacara dalam shalat, tidak pernah berubah sampai sekarang sejak 1400 tahun yang lalu. Termasuk bahasanya. Walaupun Sudah tua, tapi sudah teruji dan terbukti. Sedangkan anda baru lahir kemarin, belum cukup umur, masih anak-anak, anda lahir ke dunia hanya menemukan AlKitab yang memang sudah berbahasa Indonesia. Anda belum pernah melihat Injil dalam bahasa aslinya. Anda sok tahu. Natameme.
          Disinilah kehebatan kaum Muslimin. Dalam pelaksanaan shalat, Seluruh Dunia Muslim melaksanakan shalat satu bahasa. Yaitu bahasa Wahyu. Memang Bahasa Wahyu tidak satupun manusia yang tahu tentang wujudnya. Sebab itulah WAHYU diturunkan kepada para Nabi sesuai bahasa kaumnya. Karena Itulah AlQur’an diturunkan dalam Bahasa Arab. Begitu juga Kitab lain diturunkan melalui Nabinya dalam bahasa yang dikuasai kaumnya.  AlQur’an diturunkan dalam bahasa Arab, karena memang Nabi Muhammad sang penerima wahyu adalah orang Arab dari Suku Quraisy.
          Nah,!! Apa masalahnya buat anda ??  Apakah anda sakit hati karena Muhammad Saw., bukan dari suku yang sama dengan suku anda ?? Dimana kerugian yang dialami sampai anda sedemikian getol mengajak kepada kaum Muslimin agar dalam shalat menggunakan bahasa lain, yang anda alihkan dengan istilah bahasa hati Allah?? 

Tanggapan Nomor 9 sd 11 (Semua Jenis Bahasa itu Indah)

Mungkin Bahasa Arab bahasa indah. (9) Tetapi Allah ingin kita berdoa dan bershalat dalam bahasa ibu (bahasa hati).(10) Allah mengerti semua bahasa. Ia ingin kita berdoa dengan penuh pengertian.  
Kata-kata hafalan yang tidak kita mengerti tidak berarti di hadapan Allah. (11)
=====================================================
(9). Bahasa adalah alat komunikasi sebagai karunia Allah kepada makhlukNya. Dan semua bahasa itu adalah Indah. Bahasa hewan pun adalah indah. Sekalipun manusia tidak tahu arti lafaznya, tetapi karena karunia dan izin Allah, ada manusia yang ternyata bisa memahami dan mengerti bahasa Hewan.
(10). Mana ayat AlKitab yang menyatakan adanya bahasa hati itu?? Beginilah Kebiasaan HOAX anda.
(11). Apapun di dunia ini tidak berarti di hadapan Allah Swt. Termasuk segala yang ada pada diri manusia. Budi-bahasa dan kata-kata manusia untuk manusia sendiri. Allah tidak butuh kepada manusia. Apatah lagi Cuma sekelompok manusia seperti anda. Tetapi Manusia yang butuh kepada Allah. Itu pasti.
Semua Kaum Muslim yang mengamalkan Ibadah Shalat, memahami dan mengerti apa yang mereka amalkan. Kalimat-kalimat yang diucapkan dalam bahasa wahyu yang dituntun dalam bahasa Arab, karena berulang dan tetap, maka otomatis terhafalkan. Namun yang paling penting adalah loyal dan thaat mengikuti tuntunan, dan itu sebagai cara berkomunikasi dengan Tuhan. lalu ngapain juga anda jadi sewot. Anda mungkin tahu artikata dalam bahasa Arab, tapi anda tidak mengerti dan tidak paham, bahasa yang diucapkan dalam shalat, karena anda tidak pernah shalat. Anda hanya tahu bertepuk tangan dan menyanyi di Gereja, sambil meneteskan air mata karena rasa haru.  Sama saja dengan penonton fanatik sepak bola, mereka terharu meneteskan air mata saat tim sepak-bola andalannya memasukkan goal. Mungkin Itulah bahasa hati, yang anda maksudkan.
          Ternyata Tidak ada bedanya antara  “anda” dengan “Abu-Lahab”, atau “Abu Jahal”, hanya saja mereka itu Arab, sedangkan anda bukan Arab. Tetapi anda sok tahu bahasa Arab. Namun tidak mengerti bahasa dalam shalat. Karena memang anda tidak pernah shalat. Dan tidak akan pernah anda melaksanakan shalat. Kecuali jika anda taubat.

Tanggapan Nomor 8 (Ajakan Kaum Kristen, Shalat berbahasa Indonesia)


Para Mukmin, Berdoalah dengan Bahasa Hati ! (8)



(8)Wahai para pengurus Buletin Isa dan AlFatihah.  Ajakan anda adalah ajakan setan lagi menyesatkan. Ujung dari ajakan tersebut adalah menggiring Kaum Muslimin sesuai selera dan keinginan anda, supaya kaum Muslimin dalam melaksanakan shalat memakai Bahasa IndOnesia saja, atau bahasa sendiri,  dengan  istilah “bahasa hati”. ??
          Ketahuilah wahai orang-orang yang telah diberi AlKitab!!  Bahasa yang dipakai dalam Shalat itu bukan kemauan Kaum Muslimin. Nabi Muhammad Saw., tidak mengajarkan yang demikian itu dengan seenaknya. Nabi Muhammad dalam melafazkan bahasa itu berdasarkan MANTIQ yang diwahyukan kepadanya dalam bahasa Arab. Tapi bukan bahasa arab sebagaimana selera pendapat anda. Susunan lafaz yang diucapkan ketika shalat mampu meneteskan Air mata Kaum Muslimin ketika mereka ruku’ atau saat sujud.  Karena hal itu telah sejalan dengan hati Nurani kaum Muslimin yang tulus ikhlas.  Lalu apa sih kepentingan anda sampai mengajak kaum Muslimin berpaling dari apa yang mereka sudah amalkan?? Kaum Muslimin juga tidak merugikan anda. Sepertinya anda tidak rela ya?  Anda ingin kaum Muslim itu ikut tersesat bersama anda??
Perhatikan Firman Allah Swt.:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقاً مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ
 يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ
“Wahai Orang-orang yang beriman. Jika kamu ikuti sebagian dari orang-orang yang telah diberi AlKitab, kamu akan kembali jadi kafir, sesudah kamu beriman”.
“O You who have believed, in you obey a party of those who were given the Scripture, they would turn you back, after you belief [to being] unbelievers”.  (Qs.3:100)
Itulah peringatan Allah Swt., kepada Kaum Muslimin. Tentu saja lebih baik memperhatikan peringatan Allah Swt, dari pada, mengikuti ajakan anda.  Camkanlah wahai orang-orang yang sesat. Sengaja dalam tanggapan ini, harus dimunculkan satu kata terakhir dari Surat AlFatihah (  الضَّآلِّين ), Supaya memperjelas kepada Kaum Muslimin bahwa kelompok Staf Buletin “Isa dan AlFatihah” adalah termasuk dalam kriteria yang disebut dalam akhir ayat AlFatihah itu.  Yaitu “orang-orang yang sesat”.
==================================================================================

Tanggapan Nomor 6 s/d 7 (Wahyu diturunkan kepada setiap Nabi sesuai Bahasa Kaumnya)

Allah mewahyukan Taurat, Zabur dan Kitab Nabi dalam bahasa Ibrani. Ia mewahyukan Injil dalam bahasa Aramaik dan Yunani. (6)
Pada hari Pentakosta Roh Allah mengurapi para Rasul Allah dengan kemampuan berkhotbah dalam bermacam-macam bahasa (Injil, Kisah Para Rasul 2:1-10). (7)
===================================================================================
(6) Wahyu diturunkan kepada Nabi sesuai bahasa kaumnya. AlQur’an diwahyukan dalam Bahasa Arab.  Apa masalahnya ? Kalau Injil diturunkan dalam bahasa Yunani, juga apa masalahnya? Kenapa anda ganti bahasa asli AlKitab dengan Bahasa Indonesia? Memangnya anda lebih pandai dari Allah Swt?  Betul, ternyata anda pintar tapi Bego.
===================================================================================
 (7). Siapa saja kah para Rasul Allah yang dimaksud itu,?? Apakah mereka hidup dan hadir sejaman Nabi Isa? atau kemudian sesudah Nabi Isa dan sebelum Nabi Muhammad??  Semua Umat Muslim sudah tahu itu, bahwa tidak ada Nabi dan Rasul (di jaman antara) sesudah Nabi Isa dan sebelum Nabi Muhammad. Sahabat Nabi Isa yang terkenal disebut Khawariyun. Mereka tidak disebut Nabi apalagi Rasul. Mereka adalah sahabat sejati, pengikut setia.  
===================================================================================

Tanggapan Nomor 5 (Semua sama Nilainya)




====================================================================================
(5)Ya, semua bahasa sama nilai kedudukannya. Coba jelaskan, mana ayat dalam AlKitab  anda yang menyatakan bahwa ayat AlKitab itu diturunkan dalam bahasa Indonesia ?? itu berarti anda memilih satu bahasa. Bahasa Indonesia adalah bahasa anda sendiri. Bukan bahasa dari Nabi Isa. Janganlah anda berkilah. Lalu mengelabui dengan istilah bahasa hati Allah, Yakinkah anda bahwa bahasa Alkitab anda saat kini adalah bahasa aslinya?? Apakah itu yang dimaksud Bahasa Hati Allah seperti yang anda promosikan??
Perhatikanlah Firman Allah Sw. Sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا  إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ –
 “Wahai Manusia !! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari jenis laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa,  bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling muliya diantara kamu, di sisi Allah, ialah orang yang paling Taqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Pemberi Khabar”.  (Qs.49:13)
                                                           
Pada ayat tersebut, sangat jelas, AlQur’an tidak memilih satu suku, bangsa, lebih tinggi dari yang lain, apalagi cuma bahasa. Tetapi orangnya yang dipilih. Siapa yang paling taqwa, maka orang itulah yang paling mulia di sisi Allah. Bukan karena bahasanya.  Tidak pernah ada prioritas Bahasa dalam Islam. Siapa saja boleh berdo’a dalam bahasanya sendiri mengikuti tuntunan Nabi Saw. Walaupun begitu, dalam berdo’a, susunan kalimatnya harus yang santun, tidak boleh seenaknya. Semua Muslim tahu itu. Jadi bukan bahasanya yang pokok melainkan ADAB, TUNTUNAN dan TATACARA nya. Berdasarkan pada tata cara inilah pengungkapan bacaan dan do’a dalam shalat diajarkan harus pakai bahasa wahyu. Kalau Allah memilih penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa wahyu, kenapa anda jadi kaya cacing kepanasan. Terlalu picik hati dan pikiran anda jika mempermasalahkan bahasa. Apakah anda berdoa dengan pikiran dan hati yang picik  ??
====================================================================================

Tanggapan Nomor 1 sd 3 (Al Fatihah Wajib dibaca dalam Bhs Arab)

بســــــم الله الرحمن الرحيم
=================================================================================
TANGGAPAN BALIK :
=================================================================================
Yakinkah Anda Bahasa Arab adalah Bahasa Hati Allah ?  (1)
Agama Islam mewajibkan umatnya mengucapkan Al-Fatihah dalam bahasa Arab, (2) sbb:
Bismillahi r-rahmani r-rahim
Al hamdulillahi rabbi l-l'alamin
Arrahmani r-rahim
Maliki yawmi d-din
Iyyakana'buduwaiyyakanasta'in
Ihdina s-sirat al-mustaqim
Sirat al-ladinaan'amta 'alayhim gayrilmagdubi 'alayhimwaladdallin.  (3)
================================================================================
(1). Ungkapan “Hati Allah” itu tidak ada dalam ayat AlQur’an. (  لَمْ يَكُنْ لَهُ كفوًا أَحَدٌ ) Nah!! Di bagian mana terdapatnya dalam AlKitab anda, tentang adanya ungkapan seperti itu. ?? Kalau tidak ada berarti anda mengungkap kalimat Hoax, yang bersumber dari hati anda sendiri.  Kalau memang demikian adanya, berarti apa yang terbetik dalam hati anda adalah SESUATU yang buruk, berarti Anda adalah “Najis” menurut ayat (Injil, Rasul Besar Matius 15:18-19).
=================================================================================
(2). Memang benar Surah AlFatihah harus dibaca dalam bahasa aslinya, Yaitu Bahasa Wahyu. Dan Allah Swt, telah menurunkannya dalam Bahasa Arab melalui Nabi Muhammad Saw. Bahasa Arab sebagai bahasa pilihan untuk AlQur’an.
 =================================================================================
(3). Penulisan ayat AlFatihah ini memang ditulis berwarna hijau dalam Buletin anda. Metode penulisan ayat seperti itu, walaupun tidak ada larangannya, tetapi sesuai niyat dan tujuan anda, dalam penulisan tersebut, anda tidak bisa menyajikan perbedaan antara huruf-huruf yang penyebutannya hampir sama dalam pendengaran dan pembacaan orang awam. Yaitu: ( د – ض) (ح – ه ) ;( أ – ع) ; ( س  - ص ); karena anda menggunakan huruf latin.  Secara perlahan-lahan kelak anda akan mengalihkan penulisan dari bahasa Arab menjadi bahasa Indonesia. Bagitulah nasib AlKitab anda saat ini. Tidak ada Bahasa aslinya.
=================================================================================
PENGANTAR

         Judul di atas sesungguhnya merupakah pertanyaan orang pintar tapi bego. Orang seperti itu disebut dalam AlQur’an (Surah AlBaqarah) dengan ungkapan: “AsSufahaa’u”.  
(الـسُّــفَهآءُ).Pintar tapi bego.  Bobot Ke-bego-an memang melebihi kepintaran anda dalam penyajian Judul ini. Mungkin anda mengira orang Muslim dapat dibelokkan aqidahnya dengan penggunaan Kalimat “Bahasa Hati Allah”. 
         Dalam tanggapan ini tulisan yang dipaparkan oleh Buletin “Isa dan AlFatihah” dikutip dan diberi warna merah lalu diberi nomor catatan. Sedangkan hasil tanggapan dari “The House Of Wisdom Pengavu Palu, dicetak miring berwarna biru. Selanjutnya dengan maksud agar tidak memperpanjang penyebutan maka dalam tanggapan ini tetap digunakan ungkapan: -“anda”- yang ditujukan kepada pengurus Buletin “ISA dan ALFATIHAH” beserta Staf dan Pengikutnya.
KUTIPAN YANG PERLU DITANGGAPI
Tanggapan dijawab berdasarkan nomor catatan yang diurut sesuai keperluannya.
   * * * * *
YAKINKAH ANDA BAHASA ARAB ADALAH BAHASA HATI ALLAH ?  (1)
Agama Islam mewajibkan umatnya mengucapkan Al-Fatihah dalam bahasa Arab, (2) sbb:
Bismillahi r-rahmani r-rahim
Al hamdulillahi rabbi l-l'alamin
Arrahmani r-rahim
Maliki yawmi d-din
Iyyakana'buduwaiyyakanasta'in
Ihdina s-sirat al-mustaqim
Sirat al-ladinaan'amta 'alayhim gayrilmagdubi 'alayhimwaladdallin.  (3)
BAHASA DAN KITAB ALLAH
Kewajiban shalat dengan menggunakan satu bahasa saja berbeda dengan ajaran Kitab Allah(4)  Alkitab tidak meninggikan satu bahasa di atas yang lain. Semua sama nilainya. (5)
Allah mewahyukan Taurat, Zabur dan Kitab Nabi dalam bahasa Ibrani. Ia mewahyukan Injil dalam bahasa Aramaik dan Yunani. (6)
Pada hari Pentakosta Roh Allah mengurapi para Rasul Allah dengan kemampuan berkhotbah dalam bermacam-macam bahasa (Injil, Kisah Para Rasul 2:1-10). (7)
Para Mukmin, Berdoalah dengan Bahasa Hati ! (8)
Mungkin Bahasa Arab bahasa indah. (9) Tetapi Allah ingin kita berdoa dan bershalat dalam bahasa ibu (bahasa hati).(10) Allah mengerti semua bahasa. Ia ingin kita berdoa dengan penuh pengertian.  
Kata-kata hafalan yang tidak kita mengerti tidak berarti di hadapan Allah. (11)

Nomor catatan akan dijawab satu persatu sesuai nomor urut, dan dapat diklik di bagian kanan blog ini.