====================================================================================
(5)Ya, semua bahasa sama nilai kedudukannya. Coba jelaskan, mana ayat dalam AlKitab anda yang menyatakan bahwa ayat AlKitab itu diturunkan dalam bahasa Indonesia ?? itu berarti anda memilih satu bahasa. Bahasa Indonesia adalah bahasa anda sendiri. Bukan bahasa dari Nabi Isa. Janganlah anda berkilah. Lalu mengelabui dengan istilah bahasa hati Allah, Yakinkah anda bahwa bahasa Alkitab anda saat kini adalah bahasa aslinya?? Apakah itu yang dimaksud Bahasa Hati Allah seperti yang anda promosikan??
Perhatikanlah Firman Allah Sw. Sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ –
“Wahai Manusia !! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari jenis laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa, bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling muliya diantara kamu, di sisi Allah, ialah orang yang paling Taqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Pemberi Khabar”. (Qs.49:13)
Pada ayat tersebut, sangat jelas, AlQur’an tidak memilih satu suku, bangsa, lebih tinggi dari yang lain, apalagi cuma bahasa. Tetapi orangnya yang dipilih. Siapa yang paling taqwa, maka orang itulah yang paling mulia di sisi Allah. Bukan karena bahasanya. Tidak pernah ada prioritas Bahasa dalam Islam. Siapa saja boleh berdo’a dalam bahasanya sendiri mengikuti tuntunan Nabi Saw. Walaupun begitu, dalam berdo’a, susunan kalimatnya harus yang santun, tidak boleh seenaknya. Semua Muslim tahu itu. Jadi bukan bahasanya yang pokok melainkan ADAB, TUNTUNAN dan TATACARA nya. Berdasarkan pada tata cara inilah pengungkapan bacaan dan do’a dalam shalat diajarkan harus pakai bahasa wahyu. Kalau Allah memilih penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa wahyu, kenapa anda jadi kaya cacing kepanasan. Terlalu picik hati dan pikiran anda jika mempermasalahkan bahasa. Apakah anda berdoa dengan pikiran dan hati yang picik ??
====================================================================================
No comments:
Post a Comment